TAKALAR, INDIWARTA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali menunjukkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Sebanyak 17 kilogram terung berhasil dipanen dari lahan pertanian yang dikelola bersama warga binaan, Kamis, (16/07/2026).
Panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, sebagai bagian dari upaya membangun keterampilan sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Lapas Takalar, Rizal, mengatakan keberhasilan panen tersebut merupakan hasil dari pendampingan intensif yang dilakukan petugas sejak awal proses budidaya.
“Petugas secara aktif mendampingi warga binaan mulai dari tahap pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen. Pendampingan ini bertujuan agar warga binaan memahami setiap tahapan budidaya secara benar,” ujar Rizal.
Menurut dia, hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum Lapas Takalar, tetapi juga akan disalurkan dalam kegiatan sosial.
“Hasil panen akan digunakan untuk mendukung dapur sehat sehingga warga binaan memperoleh asupan sayuran segar. Sebagian hasilnya juga akan disisihkan untuk kegiatan bakti sosial kepada keluarga warga binaan,” katanya.
Salah seorang warga binaan berinisial KL mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti program pertanian tersebut. Selain mengisi waktu pembinaan secara produktif, ia juga belajar mengenai teknik budidaya hortikultura.
“Ada kesenangan tersendiri saat sayuran yang kami tanam dan rawat akhirnya bisa dipanen,” ujarnya.
Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa panen tersebut menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Panen ini bukan hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga mencerminkan keberhasilan proses pembinaan yang kami laksanakan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan, etos kerja, dan pengalaman yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” kata Andi Gunawan.
Ia menambahkan, program pertanian yang dikembangkan Lapas Takalar merupakan bentuk dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan kemandirian dan ketahanan pangan. (*)












