MALUKU BURU, INDIWARTA.COM – Warga yang melintasi jalan utama Lamahang-Rana, Kecamatan Fenalaisela, Kabupaten Buru, mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak parah akibat tanah longsor yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Kerusakan ini tidak hanya menghambat aktivitas warga tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Jalan ini menjadi akses vital bagi masyarakat dari beberapa desa, termasuk Desa Waereman, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama untuk mengangkut hasil bumi seperti damar, cengkeh, coklat, singkong, pisang, durian, dan keladi.
Namun, longsor yang berulang kali terjadi membuat mobilitas warga terganggu dan perekonomian tersendat.
Warga Kecewa, Bayi Meninggal di Tengah Jalan
Keluhan telah lama disampaikan kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi, tetapi hingga kini belum ada tindakan nyata.
Kepala Desa Waereman, Yupeng Waemese, S.Pd., mengungkapkan bahwa kondisi ini bahkan telah merenggut nyawa.
“Pemerintah harus segera turun tangan. Kami sudah lelah menunggu. Kondisi ini sangat menyulitkan, terutama dalam keadaan darurat seperti membawa warga sakit ke RSUD Namlea. Bahkan, kemarin seorang bayi meninggal di tengah jalan karena mobil tidak bisa melintas akibat jalan penuh lumpur dan berlubang,” ujarnya.
Warga Minta Aksi Nyata, Bukan Sekadar Janji
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan jalan hingga pencegahan longsor agar tidak semakin parah. Mereka siap mendukung langkah-langkah perbaikan, asalkan ada bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar peduli terhadap kondisi infrastruktur di daerah tersebut.
Dengan meningkatnya tekanan dari masyarakat, kini bola ada di tangan pemerintah. Warga mendesak agar janji perbaikan tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar diwujudkan demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.
(Feri)












