Indiwarta.com_ TAKALAR – Bersama mitra BKKBN, Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham lakukan kunjungan, sekaligus advokasi dan KIE ke Kabupaten Takalar, Kamis (8/2/2024) lalu.
Advokasi dan KIE ini ditujukan, guna memberikan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Takalar, terkait internalisasi pengasuh balita, sebagai upaya percepatan penurunan stunting.
“Stunting menjadi permasalahan nasional, yang membutuhkan partisipasi segala pihak, agar generasi emas Indonesia dapat terwujud,” tutur Aliyah Mustika Ilham.
Harapan mewujudkan generasi emas, akan menjadi nyata, jika seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi. Demikian pula dengan orang tua, diharapkan memiliki kepedulian lebih tinggi akan pola pengasuhan balita.
“Saat ini penyebab stunting terkadang bukan lagi karena faktor ekonomi, tetapi karena kesibukan ke dua orang tua. Sehingga dimasa balita, yang seharusnya mendapatkan perhatian serius menjadi terabaikan,” lanjutnya, melalui keterangannya, Senin (12/2/2024).
Hal yang paling utama, yakni di 1000 hari kelahiran, karena dimasa ini otak anak berkembang dengan sangat pesat sehingga kebutuhan gizi harus terpenuhi.
Hal senada diungkapkan, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Dr Faisal Fahmis, SKM, M.Kes, menurutnya kondisi stunting dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya keterpenuhan gizi anak di 1000 hari pertama kelahiran. Hal lainnya, yakni terjadinya infeksi berulang terjadi pada anak.
“Rutin lakukan pengecekan dan pemeriksaan pada anak dengan mengunjungi posyandu dan puskesmas, lakukan penimbangan berat badan dan pengukur tinggi badan. Salah satu tanda anak stunting yakni berat dan tinggi badan tidak normal, meski tidak selamanya anak pendek itu stunting,” tekannya. (*/Arman)












