Polisi Tunggu Dumas Soal Dugaan Mark-Up Sewa Gudang KPUD Takalar

Indiwarta.com_ TAKALAR, Kepolisian Resort Polres Takalar merespon kasus dugaan penyalahgunaan sewa gudang logistik Pemilu 2024 milik Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Takalar yang belakangan ini ramai jadi perbicangan masyarakat.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Takalar, Iptu Asnawi mengatakan pihaknya saat ini
menunggu Pengaduan Masyarakat (Dumas) untuk mengusut kasus tersebut.

   

“Kalau ada aduan masyarakat kita akan tindak lanjuti kasus ini,” kata Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Asnawi saat dihubungi wartawan, Jumat (10/11/2023).

Diberitakan sebelumnya, kepolisian Resor Polres Takalar diminta mengusut tuntas kasus dugaan penyalahgunaan sewa gudang milik Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Takalar.

Desakan itu muncul lantaran KPUD Takalar diduga menyewa gudang logistik Pemilu 2024 yang nilainya sangat pantastis dan tidak masuk akal.

Gudang logistik milik warga itu terletak di jalan Badaming Daeng Rani, Kelurahan Sombalabella, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Wakil ketua DPW Lembaga Anti Korupsi dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-Ham) Adi Nusaid Rasyid mengatakan sewa gudang logistik milik KPUD Takalar senilai Rp 350 juta selama dua tahun indikasi mark-up nya nyata.

“Indikasi tindak pidana korupsi sewa gudang milik KPUD Takalar ini nyata. Kami minta Polres Takalar mengusut tuntas kasus ini secara transparan tanpa pandang bulu,” pinta Adi Nusiad Rasyid, Rabu (8/11/2023).

Dia juga berjanji akan segera membuat laporan pengaduan masyarakat yang ditujukan ke Polres Takalar.

“Dalam waktu dekat kita akan buat pengaduan masyarakat agar polisi mengusut kasus dugaan mark-up sewa gudang logistik milik KPUD Takalar ini,” pungkas Adi Nusaid Rasyid.

Sementara itu Kasubag anggaran KPUD Takalar Azhari saat dikonfirmasi sekaitan sewa gudang tempat penyimpangan logistik KPUD Takalar yang diduga kemahalan tidak bersedia memberi keterangan.

”Kita kekantor saja, karena saya sementara perjalanan ini,” kata Azhari saat dihubungi wartawan.

Hingga berita ini dimuat berkali-kali ketua KPUD Takalar Hamdani Pattiiha belum berhasil dikonfirmasi. Pesan What-Shapp yang dilayangkan wartawan juga enggan direspon.(Reski)

  
error: waiit