Polres Toraja Utara, Peringatan Hari Pahlawan Nasional Pongtiku Ke 21

Indiwarta.com_ TORAJA UTARA, Personel Polres Toraja Utara Polda Sulsel, mengikuti Upacara Bendera peringati Hari Pahlawan Nasional Pongtiku ke 21, yang berlangsung di Lapangan Pahlawan Pongtiku, Pangala’ Kecamatan Rindingallo Kabupaten Toraja Utara, Senin (10/7/2023).

Dalam pelaksanaan upacara, bertindak selaku inspektur upacara Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang, S.E., M.Si, dengan dihadiri Wakil Bupati Toraja Utara Frederick Victor Palimbong, ST, Dandim 1414/Tator Letkol Inf. Monfi Ade Candra, S.I.P., M.Han, Kapolres Toraja Utara AKBP Zulanda, S.I.K, M.Si yang diwakili oleh Kapolsek Sanggalangi’ IPTU Yos Sudarso M.

   

Turut hadir para Kapolsek Jajaran Polres Toraja Utara, Anggota DPRD Toraja Utara, SKPD Kabupaten Toraja Utara, Perwakilan dari Rumpun Keluarga Pahlawan Nasional Pongtiku, serta para tamu undangan lainnya.

Usai upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional Pongtiku ke 21, dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga diawali oleh Bupati Toraja Utara dan dilanjutkan dengan tamu undangan lainnya di Makam Pahlawan Nasional Pongtiku.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Toraja Utara AKBP Zulanda, S.I.K., M.Si mengungkapkan, bahwa dalam momen memperingati Hari Pahlawan Nasional Pongtiku mari kita kobarkan semangat juang Pongtiku, dengan ikut menjadi pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

Ditambahkan Kapolres, apa yang telah dilakukan oleh Pahlawan Nasional Pongtiku kiranya dapat menginspirasi dan memotivasi kita, untuk meneruskan perjuangannya dalam menjalankan tugas sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat.

“Peringatan Hari Pahlawan Pongtiku ini kiranya juga dapat memberikan energi tambahan guna mengugah kesadaran Kita untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dengan menanamkan nilai kepahlawanan,” ungkapnya, melalui keterangannya.

“Peringatan Hari Pahlawan Nasional Pongtiku tidak hanya sekedar diingat saja, namun lebih dari itu, perjuangan dan pengorbanan Pahlawan Nasional Pongtiku yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kedaulatan NKRI, perlu terus dikenang sepanjang masa oleh Kita semua,” paparnya.

“Pongtiku lahir di Pangala-Toraja tahun 1846 dan meninggal di tangan serdadu Belanda tanggal 10 Juli 1907, ia dikenal dengan nama Ne’ Baso, yang merupakan pemimpin dan gerilyawan Toraja dengan daerah operasi Sulawesi Selatan,” pungkas Kapolres. (*/Arman)

  
error: waiit