Rapat Paripurna HUT Takalar ke-66, Digitalisasi dan Prestasi Daerah Menguat

TAKALAR, INDIWARTA.COM –  Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar rapat paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Takalar ke-66 dengan tema “Transformasi Digital untuk Pelayanan Publik Takalar Cepat”, Selasa (10/02/2026). Kegiatan berlangsung khidmat di pelataran Kantor Bupati Takalar dan dihadiri jajaran pejabat pusat, provinsi, dan daerah.

Momentum peringatan hari jadi ini dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Wakil Gubernur Sulsel, anggota DPR RI, pimpinan DPRD Provinsi Sulsel, pimpinan DPRD Takalar, Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga unsur BUMN, BUMD, insan pers, dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Deng Manye menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi dan konsolidasi pembangunan daerah.

“Hari jadi ini adalah saat yang tepat untuk refleksi, evaluasi, dan memperkuat komitmen bersama membangun Takalar yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Firdaus.

Ia mengingatkan kembali sejarah perjuangan terbentuknya Kabupaten Takalar melalui Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1957 dan Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 1959 tentang pembentukan daerah tingkat II di Sulawesi Selatan.

Digitalisasi Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan

Tema transformasi digital, kata Firdaus, merupakan manifestasi visi “Takalar Maju Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital.” Menurutnya, masyarakat kini menuntut pelayanan publik yang cepat, transparan, mudah diakses, dan akuntabel.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Pemerintah daerah wajib hadir dengan sistem kerja modern, efektif, dan efisien. Tidak boleh lagi ada pelayanan yang lambat, berbelit, dan tidak pasti,” tegasnya.

Pada 2025, Pemkab Takalar telah membangun fondasi transformasi digital melalui:

• Penataan sistem kerja pemerintahan berbasis aplikasi dan platform digital

• Penguatan disiplin ASN dengan absensi elektronik, monitoring kinerja, dan evaluasi berbasis indikator

• Pembentukan budaya kerja cepat, tepat, dan tuntas

Deretan Prestasi dan Capaian Strategis

Sejumlah capaian strategis turut disampaikan dalam rapat paripurna, antara lain:

• Penghargaan Kemenkop RI atas akselerasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan capaian 100% di seluruh desa dan kelurahan.

• Program Kampung Nelayan Merah Putih Nasional, dengan fasilitas shelter, jaring, kios perbekalan, gudang es portable, hingga instalasi pengolahan air limbah biotek.

• Penghargaan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atas penurunan stunting terbesar kedua di Sulsel sebesar 11,4%, yang berbuah insentif fiskal Rp6,1 miliar.

• UHC Award 2026 kategori Pratama, dengan cakupan BPJS Kesehatan mencapai 98% warga Takalar.

• Program Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA sebagai strategi pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan.

• Digitalisasi sekolah melalui School ID di 290 sekolah (SD–SMP) dan revitalisasi 18 sekolah sepanjang 2025.

• Kinerja PAD 2025 yang melampaui target, dengan realisasi pajak daerah 110,86%, serta juara I lomba pajak dan retribusi akseleratif Bank Indonesia.

• Digitalisasi layanan PDAM Tirta Panrannuangku melalui sistem pembayaran non-tunai.

• Program literasi digital UMKM bekerja sama dengan Essen Foundation dan Google.org, menjangkau 1.100 UMKM di 21 kelurahan dan 86 desa.

• Pembangunan infrastruktur berupa perbaikan jalan sepanjang 21,8 km dan pembangunan 3 unit jembatan di sejumlah desa.

Menutup sambutannya, Bupati Firdaus menekankan bahwa transformasi digital harus berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar slogan.

“Digitalisasi harus menghadirkan perubahan nyata dalam pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Itulah makna Takalar Cepat,” pungkasnya. (*)