Rekrutmen Sekolah Rakyat di Takalar Dimulai Juli 2026, Siapkan Kuota 270 Siswa untuk Tiga Jenjang

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar memastikan proses rekrutmen calon peserta didik Sekolah Rakyat akan dimulai pada Juli 2026. Program yang digagas Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia itu diproyeksikan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Takalar, Andi Rijal M, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai aspek teknis agar proses penerimaan peserta didik berjalan sesuai jadwal.

“Pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan penerimaan calon siswa Sekolah Rakyat. Seluruh persiapan terus dimatangkan agar proses rekrutmen berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar Andi Rijal saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Ince Husain Daeng Parani, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Rabu, (1/07/2026).

Menurut dia, saat ini pemerintah daerah juga mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama Kementerian Sosial RI untuk membahas kesiapan pelaksanaan rekrutmen yang akan berlangsung serentak di berbagai daerah.

Koordinasi tersebut mencakup kesiapan lokasi sekolah, mekanisme seleksi, hingga pendataan calon peserta didik agar program benar-benar menyasar keluarga yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Andi Rijal menjelaskan, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar telah rampung. Fasilitas pendidikan yang berlokasi di Desa Pa’rapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, itu siap digunakan pada tahun ajaran perdana.

Sekolah Rakyat Takalar akan melayani tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada tahap awal, sekolah tersebut menyiapkan kuota sebanyak 270 peserta didik, masing-masing 90 siswa untuk setiap jenjang.

Program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, pemerintah akan melakukan proses verifikasi dan validasi data secara cermat agar bantuan pendidikan diberikan kepada penerima yang berhak.

Salah seorang warga Kelurahan Mangadu, Kadir, mengaku menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat di Takalar. Ia berharap anak sulungnya dapat diterima melalui program tersebut.

“Keluarga saya berada di desil 1. Insya Allah anak saya yang sulung, Wahyu, akan saya daftarkan,” katanya.

Menurut Kadir, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk memperoleh akses pendidikan yang layak. Ia berharap proses seleksi dilakukan secara transparan sehingga seluruh calon peserta didik yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama.

Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis program Sekolah Rakyat tidak hanya memperluas pemerataan akses pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. (*)