TAKALAR, INDIWARTA.COM – Polemik pembangunan rumah bernyanyi atau tempat karaoke di Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, kembali mencuat. Sejumlah aktivis menyoroti sikap Kepala Desa Lengkese yang dinilai tidak konsisten dalam mengambil kebijakan terkait usaha tersebut.
Awalnya, rencana pendirian rumah karaoke tersebut mendapat penolakan keras dari warga. Penolakan itu bahkan dituangkan dalam bentuk petisi yang ditandatangani oleh tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga masyarakat lintas generasi. Petisi tersebut telah diserahkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Takalar diberitakan sebelumnya oleh Indiwarta.com pada 3 Juli 2025, sebagai langkah resmi warga menolak pendirian usaha hiburan tersebut.
Namun, polemik kembali mencuat setelah warga mengetahui bahwa tempat yang awalnya direncanakan sebagai rumah karaoke itu kini beroperasi sebagai warung kopi keluarga (Warkop Family) dan telah menggelar acara Grand Opening pada Sabtu malam, 19 Juli 2025. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan aktivis, karena usaha tersebut diduga belum mengantongi izin resmi.
Salah seorang aktivis Takalar, Wahyu, menyayangkan sikap pemerintah desa yang dianggap berubah-ubah.
“Awalnya si pemilik mau buka tempat karaoke, tapi karena ada petisi penolakan dari masyarakat akhirnya berubah jadi warkop. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba bisa jalan? Saya minta kepada Pemdes tutup saja” ujar Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu menyoroti forum musyawarah desa (Musdes) yang baru-baru ini digelar oleh Pemerintah Desa Lengkese bersama sejumlah warga untuk membahas pendirian tempat hiburan tersebut yang berubah menjadi sebuah Warkop Namun, dalam forum itu, pihak pemilik usaha tidak dilibatkan.
“Kalau dari awal masyarakat menolak, maka seharusnya tetap ditolak, bukan malah dibuat kesepakatan baru antara Pemdes dan warga tanpa melibatkan pemilik usaha. Jangan karena diganti nama jadi warkop, lalu diberikan rekomendasi,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim Indiwarta.com masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Lengkese dan pihak pengelola Warkop Family guna memperoleh klarifikasi resmi.
Redaksi Indiwarta.com tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan dalam berita ini, sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip jurnalisme yang adil dan berimbang. (*)












