TAKALAR, INDIWARTA.COM – Isu dugaan keterlibatan sosok misterius berinisial R atau Riyan dalam pengaturan proyek di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar terus menuai sorotan. Menyikapi polemik tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa, 29 Juli 2025, di ruang Badan Musyawarah (Bamus) Gedung DPRD Takalar.
Namun sayangnya, pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) Takalar tidak menghadiri agenda tersebut. Ketidakhadiran ini mendapat sorotan tajam dari sejumlah legislator. Mereka menilai absennya ULP sebagai bentuk kurangnya komitmen dan itikad baik dalam menjawab keresahan publik.
Meski demikian, perkembangan terbaru memberikan angin segar. Sekretaris DPRD Takalar, Jamaluddin Hasan, mengonfirmasi bahwa Kabag ULP telah dijadwalkan hadir dalam pemanggilan ulang RDP yang akan dilaksanakan hari ini, Rabu (30/7/2025), pukul 13.00 WITA, di tempat yang sama.
“Iya, sebentar akan dipastikan Kabag ULP hadir, karena tadi kami sudah telepon staf ULP dan mereka menyampaikan bahwa pihaknya akan hadir dalam RDP,” ujar Jamaluddin saat ditemui di Kantor DPRD Takalar, Rabu pagi.
Rapat Dengar Pendapat lanjutan ini diharapkan menjadi titik terang dalam mengungkap dugaan pengaruh Riyan yang disebut-sebut mengatur jalannya proyek pengadaan, meskipun tidak memiliki posisi formal yang mencolok.
Masyarakat kini menaruh harapan besar pada forum ini untuk menghadirkan kejelasan dan transparansi, serta memastikan agar proses pengadaan barang dan jasa di Takalar berjalan bersih, adil, dan bebas dari intervensi tidak sah.
Publik pun menunggu, siapakah sebenarnya sosok Riyan, dan seberapa jauh pengaruhnya dalam sistem pengadaan proyek Pemkab Takalar? (*)












