Skandal ULP Takalar: Oknum Staf Biasa Diduga Atur Proyek dan Bersikap Arogan

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Aroma tak sedap kembali menyeruak dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar. Seorang oknum staf Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah (Setda) Takalar, berinisial R, kini tengah disorot publik lantaran diduga kuat menjadi aktor utama di balik pengaturan pemenang proyek di lingkup Pemkab.

Meski hanya berstatus sebagai staf biasa, R disebut-sebut memiliki peran besar dalam menentukan rekanan (kontraktor) yang akan menggarap sejumlah proyek strategis. Beberapa sumber menyebut R sebagai “pengendali bayangan” yang memiliki kuasa besar di balik layar kuasa yang dinilai tidak sebanding dengan jabatannya.

“Kalau dibiarkan, ini bisa mencoreng nama baik Bapak Bupati Daeng Manye. Jangan sampai praktik seperti ini menghancurkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ungkap salah satu sumber internal Pemkab Takalar

Selain dugaan pengaturan proyek, R juga dilaporkan bersikap arogan dalam menjalankan tugas. Sikap tersebut menimbulkan keresahan, baik di kalangan rekan sejawat maupun para rekanan yang merasa ditekan atau diarahkan secara sepihak.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi Indiwarta.com masih berupaya menghubungi R untuk mendapatkan klarifikasi langsung terkait tudingan yang beredar. Sementara itu, pihak resmi ULP Setda Takalar belum memberikan pernyataan atau tanggapan apapun.

Indiwarta.com tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalistik yang berimbang, profesional, dan memberi ruang hak jawab secara terbuka bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. (*)