MALUKU BURU, INDIWARTA.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru, Hj. Yulianis Rahim, SKM., M.Kes., menyampaikan materi kesehatan penting dalam kegiatan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Buru Tahun 1446 H/2025 M, yang digelar di Kecamatan Namlea, Sabtu (26/04/2024).
Kegiatan yang diikuti oleh 126 calon jemaah haji ini bertujuan untuk membekali mereka dengan pemahaman menyeluruh terkait layanan dan protokol kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Dalam penyampaian materinya, Hj. Yulianis didampingi oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Buru, Syahmidar A. Saleh, S.Ag., M.Pd.I., bersama stafnya, Padli Lauselang, S.Ag.
Dua topik utama dibawakan dalam sesi tersebut. Pertama, pentingnya pemeriksaan kesehatan dan penggunaan Kartu Kesehatan Jamaah Haji (KKJH) sebagai dokumen wajib yang merekam kondisi kesehatan jemaah. Kedua, edukasi melalui pengukuran kebugaran guna memastikan kesiapan fisik calon jemaah dalam menghadapi rangkaian ibadah yang menuntut stamina prima.
Hj. Yulianis juga menyoroti pentingnya layanan kesehatan bagi jemaah lanjut usia, yang memerlukan perhatian dan pendampingan medis lebih intensif.
Kegiatan manasik ini merupakan bagian dari program tahunan Kementerian Agama Kabupaten Buru untuk menyiapkan calon jemaah secara menyeluruh baik dari sisi tata cara ibadah, aspek mental dan spiritual, hingga kesiapan fisik menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Sebelumnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I.
Peserta manasik terdiri dari 94 jemaah reguler, 3 jemaah prioritas lansia, dan 29 jemaah tambahan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji asal Kabupaten Buru dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan sehat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan haji di masa mendatang.
(*/Sofyan)












