BURU, INDIWARTA.COM – Warga yang beraktivitas di sekitar Pantai Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran sekitar empat meter pada Minggu malam, 11 Januari 2026, sekitar pukul 20.00 WIT. Reptil buas itu terlihat muncul ke permukaan air tak jauh dari pemukiman warga.
Kemunculan buaya tersebut sontak memicu kepanikan, terutama di kalangan nelayan dan warga pesisir yang masih beraktivitas di sekitar pantai. Sejumlah saksi menyebutkan, buaya itu sempat terdiam di bawah sebuah long boat yang terparkir di perairan dangkal, hanya beberapa meter dari rumah-rumah warga.
“Posisinya sangat dekat dengan pemukiman. Warga langsung panik karena ukurannya besar,” ujar seorang warga setempat.
Keberadaan buaya raksasa itu dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan nelayan yang hampir setiap hari melaut di kawasan Teluk Kayeli. Merasa terancam, warga akhirnya berinisiatif menangkap buaya tersebut secara beramai-ramai dengan menggunakan alat seadanya.
Setelah berhasil dilumpuhkan, buaya itu kemudian dibunuh di lokasi kejadian. Warga mengaku terpaksa melakukan tindakan tersebut karena trauma dengan peristiwa serupa pada 2017 silam, ketika seekor buaya dilaporkan memangsa manusia hingga meninggal dunia.
“Trauma itu masih ada. Kami takut kejadian lama terulang,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) maupun instansi terkait mengenai kemunculan dan penanganan buaya tersebut.
Warga berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi Teluk Kayeli yang diduga merupakan habitat buaya. Mereka meminta adanya langkah mitigasi dan penanganan yang tepat agar konflik antara manusia dan satwa liar tidak kembali memakan korban.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan serta pengelolaan wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar.(*)












