TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Panaikang kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga mengaku resah dengan aktivitas pengisian solar menggunakan jeriken serta kendaraan yang diduga berulang kali masuk setiap hari untuk mengisi BBM bersubsidi. Aktivitas tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan semakin panjang.
Selain itu, warga juga mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar dalam setiap pengisian solar menggunakan jeriken. Keluhan tersebut terus bermunculan dan memicu desakan agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi,Senin (29/6/2026),
Upaya konfirmasi kepada pihak SPBU Panaikang melalui pesan WhatsApp telah beberapa kali dilakukan. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi. Sikap bungkam tersebut justru memunculkan pertanyaan publik dan memperkuat tuntutan agar persoalan ini dibuka secara transparan.
Masyarakat menilai dugaan praktik tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Warga berharap seluruh pihak yang diduga terlibat, apabila memang terbukti berdasarkan hasil penyelidikan, diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Warga mendesak Polres Takalar segera turun tangan mengusut tuntas seluruh dugaan penyimpangan di SPBU Panaikang, termasuk dugaan pengisian solar menggunakan jeriken, keluar masuk kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang, serta dugaan pungutan liar yang dikeluhkan masyarakat. Aparat penegak hukum juga diminta memeriksa pihak pengelola dan seluruh pihak terkait agar tidak ada lagi penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat.
(Red/Muh Ramli JAGUAR)












