SDN 166 Inpres Bontorita Satukan Warga Atasi Banjir Tahunan, Komite Baru Terbentuk Secara Aklamasi

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – UPT SDN 166 Inpres Bontorita, Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar, tidak hanya menyusun arah baru pengembangan pendidikan, tetapi juga berhasil membangun kesepahaman warga untuk mencari solusi atas persoalan banjir yang selama bertahun-tahun mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat penyusunan visi, misi, dan program sekolah yang dirangkaikan dengan pemilihan pengurus Komite Sekolah periode 2026–2029, Rabu, (17/06/2026).

Kegiatan itu dihadiri unsur pemerintah kelurahan, lembaga pemberdayaan masyarakat, aparat keamanan, tokoh masyarakat, pengurus komite, serta perwakilan orang tua siswa. Forum tersebut menjadi ruang dialog antara sekolah dan masyarakat dalam merumuskan arah pendidikan sekaligus membahas berbagai persoalan yang dihadapi sekolah.

Kepala UPT SDN 166 Inpres Bontorita, Imran, mengatakan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, program sekolah yang baik harus lahir dari aspirasi bersama agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan lingkungan sekitar.

“Masukan dari seluruh stakeholder akan menjadi dasar dalam penyusunan program sekolah serta penyempurnaan visi dan misi yang ada,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Imran menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pembinaan karakter siswa. Selain memperkuat kegiatan ekstrakurikuler, sekolah juga akan mengembangkan budaya literasi melalui kebiasaan membaca di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Tak hanya berfokus pada capaian akademik, sekolah juga menyiapkan program kewirausahaan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Program tersebut memanfaatkan potensi lokal masyarakat Manongkoki, seperti pembuatan kerajinan bunga maulid dan budidaya jamur.

Siswa nantinya akan dilibatkan dalam seluruh proses, mulai dari produksi hingga pemasaran. Hasil penjualan akan dikelola untuk mendukung kebutuhan pengembangan kelas sekaligus melatih kemandirian dan tanggung jawab peserta didik.

Pembahasan rapat semakin dinamis ketika peserta menyoroti persoalan banjir yang hampir setiap tahun menggenangi halaman sekolah saat musim hujan. Selama ini, masalah tersebut sulit diselesaikan karena berkaitan dengan akses saluran pembuangan air yang melintasi lahan milik warga.

Namun melalui dialog yang berlangsung terbuka, seluruh pihak akhirnya sepakat mencari solusi bersama demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa.

Ketua LPM Manongkoki, Syahrir Dg Gassing, menilai kesepakatan tersebut menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik mampu menyatukan berbagai kepentingan untuk tujuan yang lebih besar.

“Kepentingan anak-anak harus menjadi prioritas bersama. Alhamdulillah semua pihak memberikan dukungan untuk penyelesaian masalah ini,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, peserta rapat juga memilih pengurus Komite Sekolah periode 2026–2029. Melalui musyawarah mufakat, Kamaruddin Dg Kinring terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Sekolah yang baru.

Ia akan didampingi Muh Jufri Dg Jowa sebagai wakil ketua, Jufri Dg Nyau sebagai sekretaris, dan Maryam Dg Nurung sebagai bendahara.

Imran berharap kepengurusan baru dapat menjadi mitra strategis sekolah dalam memperkuat berbagai program pendidikan. Ia juga berencana menggelar pertemuan rutin bersama komite sebagai sarana evaluasi dan penyempurnaan program sekolah.

Rapat yang berlangsung hingga pukul 12.00 WITA itu menandai awal kolaborasi baru antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang lebih berkualitas sekaligus menyelesaikan persoalan lingkungan yang selama ini menjadi tantangan bersama. (*)