Damai, Ketua Komisi C DPRD Bantaeng : Pelayanan Rumah Sakit yang Tidak Maksimal

Indiwarta.com_ BANTAENG, Beberapa hari ini sosial media sempat di hebohkan dengan viralnya video yang tersebar pada 30 Juni lalu, mengenai inseden Hamsyah Ahmad, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng, terhadap Security RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, membuat netizen menjadi heboh.

Kendati demikian, netizen menganggap insiden tersebut berefek ancaman bagi Hamsyah Ahmad, karena sedang mencalonkan dirinya sebagai calon legislatif DPRD Provinsi Sulawesi Selatan 2024 mendatang.

   

Saat ini, insiden tersebut berakhir damai setelah Ketua Komisi C melakukan rapat kerja bersama pihak RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, Hamsyah Ahmad dan pihak RSUD Anwar Makkatutu mengakui kesalahannya masing-masing.

Keduanya saat rapat kerja di ruang Komisi C DPRD Bantaeng, mengaku sudah berdamai dan saling memaafkan. “Saya khilaf,” kata Hamsyah, dalam rapat tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Anwar Makkatutu, dr. Hikmawati mewakili RSUD Anwar Makkatutu dengan sigap juga menyatakan damai saat rapat itu. Namun tidak memberikan tanggapan saat awak media ingin mengkonfirmasinya.

Sementara itu, setelah rapat kerja, ketua Komisi C, Muhammad Asri menyampaikan, rapat tersebut merupakan program kemitraan DPRD dan RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, dan sifatnya tertutup.

Ia juga menyebut, video yang tersebar sudah sampai nasional.

“Ini sebenarnya klimaks, yang dipermasalahkan itu tentang pelayanan rumah sakit yang tidak maksimal. Baik itu kebidanannya, keperawatannya dan securitynya, nah ini laporan masyarakat. Securitynya paling seksi, karena sampai ke Nasional itu berita,” ungkapnya.

Diketahui, rapat kerja antar kedua pihak menyimpulkan tidak akan diberlakukan pemecatan bagi security yang terlibat.

Ketua Komisi C berharap, kepada pihak RSUD Anwar Makkatutu melakukan perbaikan pelayanan.

“Terus karena kami bermitra dengan pihak RSUD, kesimpulannya bukan bahasa pemecatan, yang paling tepat itu pembinaan. Terutama di attitude, sopan santun, nah itu penegasannya supaya kedepan diperbaiki. Bukan cuman pak ketua, tapi semua untuk masyarakat. Terus juga paling sensitif itu dan melanggar SOP ini komitmen kami dari pihak rumah sakit, itu yang merekam,” paparnya.

Tak hanya itu, sambung Ketua DPC PKB Bantaeng itu, bisa rekam vidio tapi dikonsumsi di internal, bukan untuk dipublish. Jadi cari tahu siapa yang merekam dan beri saksi sesuai dengan SOPnya. Bukan pemecatan yah, tapi sesuai SOPnya. Jadi damaimi, damai itu indah,” jelas Asri, saat wawancara melalui publikasionline.id usai rapat kerja.

Rapat tersebut berjalan lancar dan berujung damai dan disaksikan oleh pihak RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, di antaranya wakil Direktur Bagian Umum, Wakil Direktur Bagian Pelayanan, Dewan Pengawas dan Kepala Security. (*/Amal)

  
error: waiit