TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar memilih cara sederhana namun efektif untuk memperkenalkan potensi pariwisatanya. Seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Takalar kompak mengganti foto profil WhatsApp dengan gambar destinasi wisata alam unggulan, sekaligus membagikan informasi wisata melalui status WhatsApp dan akun Facebook pribadi, Jum’at (10/07/2026).
Gerakan promosi digital yang berlangsung serentak pada Kamis, 9 Juli 2026, itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas jangkauan promosi tanpa bergantung pada anggaran besar. Selain pejabat, aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat juga mulai dilibatkan sebagai duta promosi daerah melalui media sosial.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen itu sebelumnya disampaikan saat memberikan tanggapan pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Di hadapan DPRD, Daeng Manye menegaskan bahwa keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat tidak boleh menjadi penghalang bagi daerah untuk terus berinovasi.
“Di tengah keterbatasan fiskal, kita tidak boleh berhenti berinovasi. Justru kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memaksimalkan potensi daerah. Pariwisata alam dan UMKM harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah harus ikut mengambil peran dalam mempromosikan potensi Takalar,” ujarnya.
Menurut dia, pemanfaatan media sosial merupakan strategi promosi yang praktis, cepat, dan tepat sasaran. Informasi mengenai destinasi wisata dapat menjangkau ribuan pengguna setiap hari dengan biaya yang relatif minim.
Adapun destinasi yang dipromosikan meliputi Pantai Topejawa, Pantai Punaga, Pulau Sanrobengi, Pulau Tanakeke, Air Terjun Timurung Ko’mara, Paria Lau’, serta sejumlah objek wisata alam unggulan lainnya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Takalar.
Pemerintah Kabupaten Takalar berharap gerakan tersebut mampu meningkatkan popularitas destinasi wisata daerah sekaligus mendorong bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan.
Peningkatan kunjungan itu diharapkan memberi efek berganda terhadap pertumbuhan UMKM, membuka peluang usaha baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).
Gerakan serentak ini juga menunjukkan bahwa promosi daerah tidak selalu harus dilakukan melalui kampanye berbiaya besar. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan kekompakan seluruh jajaran pemerintah, potensi wisata Takalar dapat diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Indonesia, bahkan mancanegara. (*)












