banner 728x250   banner 728x250  

Diduga Kongkalikong, GPAM Sulsel Mendesak Kejati Sulsel Copot Kejari Bulukumba

Indiwarta.com_ Makassar, Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa (GPAM-Sulsel) menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Sulsel terkait Kasus dugaan korupsi Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) di Kabupaten Bulukumba, Kamis 11 Mei 2023.

Kasus tersebut sampai hari ini masih bergulir di Kejaksaan Negeri Kejari Kabupaten Bulukumba.

banner 728x250  
   

Jenderal Lapangan, Riswandi meminta pihak Kejati Sulsel untuk segera mencopot Kejari Bulukumba karena diduga kuat ada kongkalikong dalam penanganan kasus UPPO yang sementara di tangani pihak Kejari Bulukumba,” ungkap Riswandi saat berorasi di depan Kejaksaan Tinggi Kota Makassar.


“Kita mau pihak Kejati Sulsel mengevaluasi penyidik dari Kejari Bulukumba yang menangani kasus ini, Apa kendalanya sehingga belum ada penetapan tersangka,” terang Riswandi yang juga Ketua Umum GPAM Sulsel.

Senada dengan itu, Muhammad Erick juga mendesak pihak kejaksaan tinggi untuk kemudian mengambil alih kasus tersebut.

“Kami meragukan kinerja pihak Kejari Bulukumba sebab sampai detik ini kasus tersebut mandek. Padahal jika kasus dugaan korupsi UPPO ini kemudian tidak dituntaskan pihak Kejari Bulukumba, dapat menimbulkan citra buruk terhadap penegakan Undang-Undang tindak pidana korupsi di negeri ini,” terang Erick

Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa (GPAM) berjanji akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Setelah aksi hari ini kita akan konsolidasikan kembali, dan InshaAllah hari Senin akan kembali mendatangi Kejati Sulsel.” Tutupnya

Sementara’di tempat yang sama, pihak Kejati Sulsel dalam hal ini diwakili oleh Kasi Penerangan Hukum juga berjanji akan meneruskan sampai ke pimpinan terkait aspirasi GPAM

“Prakondisi yang telah disampaikan rekan-rekan sekalian ini langsung kami sampaikan ke pimpinan tertinggi Kejaksaan Sulawesi Selatan, semoga beliau melakukan langkah-langkah antisipasi dan cepat untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus ini” Ucap Soetarmi

Setelah aspirasi diterima oleh pihak Kejati Sulsel, massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib.

(Red)

    

Tinggalkan Balasan

error: waiit